Kenapa Harus Menikah?

Wanita Indonesia ideal menikah diusia 20-an, 23, 24 atau 25 standarnya. Menikah itu untuk apa sih? Apakah hanya status sosial? Tuntutan atau dorongan dari keluarga dan orang tua? Menjalankan perintah agama untuk menghindari zina? Atau spontaneous saja? Setiap orang pasti punya jawaban dan alasan masing-masing.

Tiba-tiba kepikiran untuk nulis tentang hal ini karena itu yang sudah ada dibenak saya sejak beberapa bulan ini, puncaknya ya pada saat lebaran pastinya. Awalnya sih saya santai aja menghadapi bertubi-tubi pertanyaan "Kapan nikah?" tapi kok lama-lama capai juga ya. Belum lagi "diceramahin" keluarga. Aduh!

Saya, wanita, Indonesian, 26 tahun, belum menikah, 7 tahun pacaran, karyawati dan sedang menikmati hari-hari indah di Bali, mungkin satu dari sekian banyak wanita yang saat ini dihadapkan dengan situasi tersebut. Saya dan pacar memiliki tujuan untuk ke arah pelaminan. Sejak bebarapa bulan jadian dan sampai saat ini kami masih memiliki arah ke sana. Tetapi tidak sedikit drama yang sudah saya lalui selama tujuh tahun ini. Tidak mau ambil pusing, saya memutuskan untuk hidup di pulau yang sangat indah dan menarik ini. 

Bali.

Hidup baru saya dimulai lagi diusia penghujung 24 tahun, satu tahun sembilan bulan lalu, hampir dua tahun saya di sini. Awal memutuskan untuk pindah meninggalkan semua kehidupan saya di ibukota, Jakarta. Modal nekat dengan gaji yang hanya bisa sewa kost Rp. 300.000/bulan dan mengendarai sepeda kemana-kemana, saya cukup berani dan yakin demi Bali. Alasan yang pasti kenapa, hanya saya dan Tuhan yang tahu. Saat itu saya benar-benar sedang "jatuh" dan terpuruk. Bali merupakan impian saya untuk tinggal sejak pertama kali saya menginjakkan kaki kemari.

Melihat dan bertemu orang baru di sini, membuat pikiran saya terbuka. Teman-teman saya di sini mereka lajang dan bahkan sudah berumur. Dengan santai mereka menikmati hari-hari mereka tanpa pusing memikirkan "target".

Kenapa harus menikah?

Saya takut untuk menikah. Bukan takut untuk berkomitmen, tetapi ada perasaan di dalam hati kecil saya yang membuat saya belum yakin. Belum yakin dan takut untuk kembali menata hidup di ibukota. Kenapa saya harus balik dan pindah ke ibukota? Kenapa saya tidak bisa membentuk keluarga bahagia saya di sini? Di Bali. Saya ingin memiliki keluarga dan membesarkan anak-anak saya di sini, tanpa mengenal mall, macet, polusi, fake person, kerusuhan, dll. Saya ingin anak-anak saya nanti dekat dengan alam, lingkungan dan Tuhan. Saya ingin anak-anak saya nanti tidak takut dengan kulitnya yang hitam karena terbakar sinar matahari bermain seharian di pantai. Saya ingin anak saya nanti tidak takut dan ragu-ragu berbicara dan bertemu orang asing. Dan saya sangat ingin anak-anak saya tetap kenal dan dekat dengan keluarga besarnya, termasuk dengan kedua orang tua saya nanti :)

Jadi, karena itukah saya harus menikah?






Komentar

Postingan Populer